banner 728x250

Tidak mampu organisir: Kepala Imigrasi siap di evaluasi atau copot sampainya saat temui Kelompok Cipayung Batam

banner 120x600
banner 468x60

 

JejakToday.com, Kepulauan Riau – Kota Batam – Kepala Imigrasi Kelas I TPI Kota Batam temui Kelompok Cipayung Kota Batam di Warung Kopi daerah Batam Center untuk melakukan klarifikasi atas pengawasannya terkait maraknya Kejahatan Internasional Love Scamming yang bersangkar di Kota Batam.

banner 325x300

Adapun penyampaian Subuh Miuldi selalu Kepala Imigrasi Kota Batam, bahwa Imigrasi Batam hanya berfokus pada pelayanan fasilitas publik di Kantor Imigrasi Kota Batam. Dan menyampaikan bahwa peranan Intelijen sejauh ini belum maksimal dan melakukan pengawasan hanya diawal masuknya WNA, dan tidak adanya tahap pengawasan keberlanjutan. Serta tidak mengetahui detail terhadap persoalan ini. Dan siap dilakukan evaluasi struktur Internal Imigrasi Kota Batam, saat dilontarkan beberapa pertanyaan terkait tupoksi Imigrasi dalam persoalan ini.

Hal itupun mendapat respon kembali dari Kelompok Cipayung. Diki Candra, Ketua Umum GMNI Cabang Batam menyampaikan tampaknya Kepala Imigrasi Batam tidak bertanggung jawab dan tutup mata atas kelalaian kerja pegawainya dalam kepengawasannya.

” Seharusnya bapak bertanggung jawab penuh atas segala kinerja Imigrasi Batam, apalagi telah mencuat nama Indonesia (Kota Batam) lemahnya pengawasan keluar masuk WNA di mata Dunia” Ujar Diki Kepada Subki.

Lanjutnya, bahwa sudah waktunya struktur internal Imigrasi Kota Batam di Evaluasi.

” Dugaan kami, bahwa adanya kelompok yang menjadi jaringan yang bekerja sama di Imigrasi Kota Batam, sehingga perlu di evaluasi untuk memutuskan jaringan yang sudah terbangun. ” Ucapnya.

Ketua HMI Cabang Batam Madani, Firdaus mengungkapkan bahwasanya sangat di sayangkan atas kelalaian dari pihak imigrasi yg membiarkan WNA bisa masuk secara ilegal ke Batam.

” Yang menjadi pertanyaan kenapa dari pihak WNA bisa masuk secara ilegal ke Batam apakah ada oknum yg membantu tindakan tersebut dan bila memang tidak ada tindakan tegas dari imigrasi terkait masalah ini maka sangat di perlukan adanya pembenahan di imigrasi agar kejadian ini tidak terulang kembali .” Tegasnya

Ditegaskan lagi oleh Ketua PMKRI jhon making, diduga kuat adanya pihak imigrasi secara sengaja menyembunyikan mafia love scamming yang juga pengusaha club malam di nagoya.

“Saya menduga keras adanya kesengajaan Imigrasi menyembunyikan mafia love scamming yang merupakan juga pengusaha dunia malam yang bernama ANDI MORENA yang di sembunyikan ke malaysia”

Sambung ketua PMKRI “ini sudah menjadi kejahatan yang terstruktur di tubuh imigrasi dan ini sangat di sayangkan” Lanjut Jhon Making.

Turut juga Ketua GMKI Batam, Binsar Pasaribu menyampaikan bahwa mendukung terus penegak hukum untuk terus membongkar sarang WNA Ilegal yang beredar di Kota Batam.

“Salut dengan kerja-kerja Polda Kepri, komitmen menjaga stabilitas bangsa dengan terus membongkar titik-titik sangkar WNA Ilegal. Harapannya semua terbongkar, agar Batam kembali pulih dari kondisi bersih yang sebagai mana mestinya” Tutup Binsar

Edisi ke-2

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *