banner 728x250

Diskusi Publik: Imunitas Idelogi Bangsa di Ruang Digital

banner 120x600
banner 468x60

Jejaktoday.com, JAKARTA – Kominfo bekerja sama dengan DPR RI laksanakan agenda Webinar Imunitas Ideologi Bangsa di Ruang Digital kegiatan tersebut dimulai dengan tari persembahan dan menyanyikan lagu Indonesia raya, dilanjutkan dengan doa dan kata sambutan sekaligus membuka acara webinar.

Kegiatan Webinar tersebut diadakan melalui zoom meeting yang diikuti sekitar 183 peserta.

banner 325x300

Adapun pemateri yang mengisi Seminar tersebut adalah anggota Komisi I DPR RI Dr. H. Jazuli Juwaini, LC. MA
Dr Ismail Cawidu, M.Si selaku Pegiat Literasi Digital
Kolonel Arm Dr Ahmad G. Dohamid, S.Sos., M.A.P selaku Dosen Unhan RI

Memasuki era globalisasi, Pancasila sebagai ideologi berbangsa dan bernegara menghadapi tantangan dalam penerapan di keseharian masyarakat. Masuknya ideologi alternatif melalui internet ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat di Indonesia tak terbendung.

“Di era digital ini penerapan Pancasila sebagai ideologi berbangsa dan bernegara menghadapi tantangan dengan munculnya budaya asing yang menggeser budaya leluhur,” kata Dr H Jazuli juwaini, Lc.MA Anggota Komisi 1 DPR RI dalam Webinar Literasi Digital bertema Imunitas Ideologi Bangsa di Ruang Digital, Senin (29/01/2024).

Sebagai warga negara Indonesia kita harus bangga dengan identitas negara.
Pancasila sebagai ideologi bangsa menjadi identitas dan karakter bangsa, bahkan presiden pertama Indonesia Soekarno dalam pidatonya pada 30 September 1960 pernah mengguncang markas PBB bung Karno menjelaskan pancasila sebagai Ideologi negara Indonesia, Bungkarno menjelaskan nilai-nilai pancasila tidak hanya bersifat nasional tetapi universal.
Ujar Dr Jazuli dalam Keynot Speechnya.

Menurut Dr Ismail Cawidu, sejatinya Pancasila merupakan ideologi terbuka dalam menyerap nilai-nilai baru yang dapat bermanfaat bagi kelangsungan hidup bangsa. Namun, diperlukan kewaspadaan nasional terhadap ideologi baru.

“Maraknya penyebaran hoaks dan informasi yang memecah belah bangsa dan negara, dimana hal itu melanggar nilai yang terkandung dalam sila ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia,” imbuhnya memberi contoh.

Menurut Kolonel Ahmad Imunitas Ideologi bangsa merujuk pada kekuatan dan ketahanan bangsa terhadap ideologi asing yang dapat mengancam persatuan dan identitas nasional.
Ini termasuk keberanian untuk menerima ideologi baru dan mempertahankan nilai-nilai budaya dan kebangsaan.

“Pancasila saat ini diajarkan dan diperkuat melalui mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) dengan menekankan pada teori dan praktek. Implementasi nilai-nilai Pancasila akan lebih mudah terlihat dalam praktek berbangsa dan bernegara jika Pancasila menjadi rujukan,” katanya.(Tim-Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *